Perasaan dan logika

Perasaan dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan kerohanian baik senang maupun tidak senang. Sedangkan logika dapat didefinisikan sebagai hasil pemikiran ataun akal. Berdasarkan definisi diatas maka jelas perbedaan antara perasaan dan logika. Benarkah?

Perasaan menurut kebanyakan orang dihasilkan dari hati, sedangkan logika dihasilkan dari pikiran dengan kata lain otak. Pertanyannya, hati yang manakah menghasilkan perasaan?apakah hati yang dalam bahasa medisnya adalah "liver" ataukah hati yang dalam bahasa inggris disebut "heart" atau dapat diartikan sebagai "jantung". Atau hati yang dimaksudkan disini adalah pemikiran dengan kata lain adalah otak?

Kalau perasaan juga dihasilkan dari otak, artinya perbedaan antara logika dan perasaan sangatlah tipis. Jika benar demikian maka janganlah heran seringkali seseorang yang anda kenal sebagai orang yang mempunyai pertimbangan yang baik akan terbawa oleh perasaan dan melakukan hal yang tidak biasanya dia lakukan. Atau seringkali seseorang kehilangan empati karena dibutakan oleh logikanya.

Apapun itu, ada baiknya kita belajar untuk dapat menyeimbangkan keduanya. Karena manusia memiliki keduanya diberikan oleh Tuhan. Jangan sampai kita cuma menjadi orang yang penuh perasaan sehigga menjadi bodoh dan dengan mudah dibodohi oleh orang lain, dan jangan pula cuma mengandalkan logika karena anda dapat menjadi orang yang dingin dan tidak punya perasaan. Belajarlah menyeimbangkan keduanya dan coba rasakan manfaatnya. Semoga dapt membantu anda agar dapat berhasil dalam perjalanan hidup yang singkat ini.

Comments