Lebih Baik

Beberapa waktu yang lalu, saya sempat ngobrol melalui salah satu sosial media dengan teman kuliah saya. awalnya seperti biasa teman yang sudah lama tidak ketemu, saling tanya kabar, tanya pekerjaan, tanya tinggal di daerah mana, masalah pasagan hidup, dan lain-lain. kemudian obrolan berlanjut ke hal-hal yang terjadi di sekitar kita. waktu itu kita membicarakan sebuah perusahaan yang besar yang kalau menjadi pegawai diperusahaan itu maka hidup akan lebih terjamin. Tetapi untuk masuk ke perushaan itu bukanlah hal yang gampang dikarenakan otomatis saingannya banyak dan karyawan yang dibutuhkan sedikit. maka temanku mengeluarkan suatu pernyataan yang memang adalah suatu kenyataan pada dunia saat ini dan di Indonesia khusunya " Untuk masuk ke perusahaan tersebut yang dibutuhkan hanyalah koneksi, jika ada koneksi maka dijamin pasti bisa masuk. lihat saja si ******** itu kalau bukan keluarganya termasuk top manajemen disitu dia tidak akan bisa masuk, padahal kalau dibandingkan dengan kamu, masih kamu jauh lebih baik". pernyataan itu akhirnya menjadi pemikiran saya untuk menuliskan artikel ini.

untuk menentukan sesuatu lebih baik dari sesuatu yang lain maka paling kurang kita harus mempunyai 2 buah objek untuk dibandingkan. contoh si A dan si B. setelah itu kita harus menentukan variabel pengukur yang mengukur apa kelebihan si A dan apa kelebihan si B. misalnya, dari segi silsilah keluarga, keadaan keuangan, latar belakang pendidikan, kemampuan akademis, kemampuan sosialisasi dan masih banyak lainnya. mari kita buat percobaan :

perbandingan si A dan si B:  si A berasal dari keluarga terpandang, sedangkan si B dari keluarga yang biasa-biasa saja.
  1. si A mempunyai tabungan, rumah dan mobil sedangkan si B rumah cuma kontrak dan motor masih kredit
  2. si A tamat S1 dengan ipk 3.6 sedangkan si B tamat s1 dengan ipk 3.2
  3. si A mempunyai teman yang berasal dari kalangan elite, sedangkan si B mempunyai teman dimana saja mulai dari tukang parkir hingga orang-orang yang cukup dikenal dimasyarakat.
Berdasarkan variable diatas bisa dipastikan orang lain akan menilai bahwa si A lebih baik daripada si B. tetapi perntanyaannya adalah, apakah benar si A lebih baik dari si B?

"Lebih baik" itu adalah suatu relativitas dimana untuk tiap-tiap orang akan berbeda. yang harus kita sadari bahwa semua manusia itu ada kelebihan dan ada kekurangan. tidak ada manusia yang sempurna sehingga bisa dikatakan lebih baik daripada orang lain. karena sesungguhnya disaat kita mengatakan diri kita lebih baik dari pada orang lain disaat itu pula kita sebenarnya lebih rendah daripada orang tersebut. karena mengapa? kita hanya bisa melihat kekurangannya tanpa melihat kekurangan kita. jikalau kita mengatakan "keadaan", "situasi" kita lebih baik dari orang tersebut maka itulah bentuk benar dari sebuah ke "lebih baik"an.

Comments