Pelajaran berharga soal uang
Malam ini lagi stand by di suatu tempat dibilangan sukoharjo alias solo baru. Bukanya dari jam 10 pagi sesuai operasional dari mallnya. Tapi tutupnya jam 2 subuh, jauh melewati jam operasional mallnya.
Dengan iringan house music yang mendentum dengan kerasnya bahkan mengalahkan suara live music yang berasal dari atrium mall tersebut. Mungkin saya yang kurang gaul jadi saya kurang menikmati suasananya dikarenakan mungkin musik yang menurut saya terlalu ribut yamg cocoknya di club malam saja.
Sekitar pukul 11 lewat suasana makin ramai oleh pemuda pemudi tajir yang datang berkunjung, disebut tajir ya wajar karena harga yang ditawarkan tempat itu tergolong diatas rata-rata. Makin malam suasana makin ramai.
Yang menarik perhatian saya adalah sekelompok orang yang awalnya duduk di meja sekarang berpindah ke bagian bar dan mulai memesan minuman yang beralkohol, sempat menjengkelkan juga karena minum dikit aja tapi cerewetnya minta ampun!!!
Setelah lewat tengah malam minumnya makin menjadi. Suasana yang saya dapati sangat menarik pemandangam karena terjadi situasi yang kontras antara "si kaya" dan "si miskin".
Selagi si kaya memesan minuman dengan semakin gencar dan harganya juga tidaklah murah, para pelayan yamg saya golongkan sebagai si miskin tampat sudah semakin kelelahan melayani si kaya ini. Seklias mereka kelihatan berusaha menikmati pemandangan di depan mereka, tetapi mereka tidak dapt menyembunyikan kelelahan, kebosanan dan bahkan mungkin rasa iri. Melihat tagihan si kaya yang dapat mencapai 2 atau 3 kali gaji mereka sebulan memang sangat memilukan hati.
Ada beberapa pelajaran berharga yang sebenarnya saya dapati pada malam ini :
1. Bagi yang dapat dengan mudah mendapatkan uang, tidaklah sulit untuk menghabiskannya.
2. Sesuatu yang didapatkan dengan susah payah akan lebih dihargai daripada yang didapatkan dengam begitu mudah.
3. Uang memang hanya alat untuk mendapatkan kesenangan, manusia yang menentukan.
4. Ada begitu banyak orang diluar sana yang tidak makan, atau harus mengais tempat sampah hanya untuk makan, tetapi disini mereka menghambur-hamburkan uang yang sebenarnya tidak perlu dilakukan.
Saya bukan mau mengkritil gaya hidup si kaya tetapi saya hanya bersyukur karena saya masih diberikan rejeki yang cukup untuk saya bisa hidup dan berusaha menjadi berkat bagi orang lain dan mendapatkan pelajaran berharga dan berjanji dalam hati suatu saat nanti jika Tuhan ijinkan saya menjadi si kaya, maka saya sudah tahu kemana berkat yang ada ke saya harus saya bagikan. Karena harta itu tidak dibawa mati.
Comments
Post a Comment