Mungkin Keenakan..
Sebenarnya mungkin telat kalau mau bahas tentang Pemerintah VS Freeport, tapi pengen juga sih nulis sedikit pemikiran orang awam untuk masalah ini. Kalau ada yang tidak setuju ya tidak apa-apa sih, ini kan sudut pandang saya saja tanpa maksud untuk menjelek-jelekkan pihak tertentu. Saya pernah bekerja di Papua, Tepatnya Jayapura di salah satu hotel ternama di daerah Sentani. Tahun 2014 presiden menginstruksikan agar acara-acara pemerintah tidak di adakan di hotel karena dalam rangka pengehematan anggaran. Saat itu Occupancy hotel anjlok sehingga hotel-hotel diharuskan untuk lebih kreatif untuk mendapatkan pemasukan karena otomatis omset menurun. Dampaknya pun bisa dirasakan langsung oleh karyawan karena uang service pasti menurun juga. saya ingat sewatku GM menginstruksikan agar di depan hotel dibuat cafe kecil agar bisa jualan street food demi menambah omset hotel. mengapa saya bercerita tentang hotel ini? Karena hotel secara langsung terkena efek dari aturan pemerintah.
Ok,bukan OCeh..
Pemerintah memberlakukan aturan ekspor minerba ke luar negeri tidak boleh dalam bentuk konsentrat tetapi produk yang terlebih dahulu diolah. Maka diperlukan smelter untuk mengolahnya.Jadi perusahaan yang belum punya smelter tidak bisa ekspor. Kalau seperti ini apakah salah pemerintah jika perusahaan omasetnya menurun atau tidak ada pemasukan sama sekali sedangkan biaya produksi sangat besar?
Apakah salah perusahaan jika memecat/PHK karyawannya dengan alasan cost yang besar sedangkan belum ada pemasukan? atau seharusnya perusahaan lebih kreatif untuk bisa meningkatkan omset? disaat pemerintah menawarkan solusi yang bersifat sementara kepada perusahaan agar tetap bisa ekspor sambil menunggu hingga perusahaan punya smelter dan kemudian perusahaan masih belum mau menerima solusi itu adalah kesalahan pemerintah dan karyawan?
disaat perusahaan mengambil keputusan untuk melakukan PHK kepada karawannya maka yang di demo adalah pemerintah, yang ini yang membuat saya semakin bingung. ada begitu banyak perusahaan di indonesia yang melakukan PHK tetapi cuma karyawan PTFI saja yang melakukan demo ke pemerintah?apa yang membedekan mereka dengan karyawan perusahaan lain? sama- sama tiap bulan terima gaji dan saat di PHK sama-sama tidak terima, bukankah sama? atau mungkin karena besaran gaji yang berbeda sehingga lebih terasa saat PHK?
kembali ke perusahaan tadi, ibaratnya ada orang yang datang ke rumah saya lalu mau sewa halaman saya untuk dagang maka saya bersedia menyewakan dengan persyaratan yang tentunya juga menguntungkan saya, disaat dia tidak setuju maka karyawannya marah ke saya dengan alasan kalau saya tidak mau terima maka mereka tidak punya pekerjaan, kan lucu. ya kalau tidak mau dengan syarat saya ya silahkan angkat kaki dari halaman saya, atau mungkin selama ini dia sudah keenakan dengan aturan tuan rumah yang lama?mungkin..
Comments
Post a Comment